Pendahuluan
Pengembangan Dosen sebagai sumber daya manusia perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam seluruh aktivitas di UNSRI. Kualitas dosen sangat menentukan kualitas proses belajar-mengajar, dan pada gilirannya akan menentukan kualitas generasi bangsa di masa yang akan datang. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan UNSRI untuk terus meningkatkan kualitas dan produktifitas keilmuan para dosen melalui kegiatan Sabbatical leave. Kegiatan inimerupakan cuti akademik berbayar atau sebagian berbayar yang diberikan kepada dosen atau peneliti setelah periode tertentu mengajar dengan tujuan adalah memberi waktu untuk penelitian, penulisan, inovasi, atau pengembangan profesional tanpa beban administratif dan pengajaran rutin.
Tujuan
Tujuan dilaksanakannya aktivitas Sabbatical Leavea dalah:
1. Memperluas pengalaman dosen demi kesegaran intelektual yang akan memberikan manfaat bagi UNSRI dan para mahasiswanya.
2. Memperluas International Research Network (IRN) UNSRI.
Jenis Kegiatan
Aktivitas Sabbatical Leave dilaksanakan dalam bentuk:
1. Menjadi dosen tamu (adjunct professor) di perguruan tinggi (PT) di luar negeri.
2. Melaksanakan kegiatan penelitian kolaborasi.
3. Menulis dan menerbitkan karya ilmiah terkait SDG 3,4,6 dan 13 bersama peneliti di PT mitra.
4. Menulis draf final buku teks terkait SDGs terkait SDG 3,4,6 dan 13siap cetak dengan bahan mutakhir bersama penulis di PT mitra.
Persyaratan
1. Pengusul adalah dosen tetap UNSRI berstatus CPNS, PNS, atau P3K yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) atau NUPTK. Selain itu, pengusul dapat juga berstatus PNS tenaga kependidikan di UNSRI.
2. Bergelar Doktor.
3. Memiliki h-index Scopus 5 untuk bidang Sosial Humaniora dan 10 untuk bidang STEM.
4. Telah memiliki mitra penelitian dari perguruan tinggi luar negeri dari PT top 500.
5. Memiliki draft manuscript (paper dan/atau buku) yang akan dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q1, dan bukan merupakan output research grants yang masuk pendanaan LPDP.
Metode Pelaksanaan dan Jadwal Kegiatan
Kegiatan Sabbatical Leave ini merupakan Kegiatan tri dharma PT di PT LN pada Top 500, selama 3-6 bulan (setara dengan 12 sks) secara offline.
Luaran Kegiatan
Luaran yang harus dihasilkan oleh penerima aktivitas ini adalah:
1. Artikel pada luaran Q1 jurnal terindeks by sub-subject di Scopus dalam status under review dan Buku/proposal riset dengan UNSRI sebagai salah satu afiliasi.
2. Pada artikel ilmiah wajib mencantumkan “This program funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract Numbers 4316/B3/DT.03.08/2025 and 66/UN9/PKS/2025”.
3. Draf inisiasi kerja sama yang dituangkan dalam LoI, LoA, MoA, MoU dan Surat keterangan kerja sama lainnya.
4. Laporan Kegiatan.
Pendanaan
Sumber Pendanaan berasal dari alokasi anggaran program EQUITY LPDP dengan ketentuan komponen biaya dan dokumen pendukung pembiayaan, yaitu:
1. Transportasi PP at cost.
2. Aplikasi visa at cost.
3. Biaya hidup di negara tujuan sebesar Rp.20.000.000/bulan, dengan estimasi besaran living cost untuk kegiatan sabbatical leave sebagai berikut:
Sistematika Format Proposal dan Laporan
Sistematika penyusunan format proposal sebagai berikut :
1. Halaman Depan
2. Halaman Pengesahan
3. Ringkasan
4. Pendahuluan
5. Tujuan
6. Luaran dan Indikator yang ingin dicapai
7. Rincian Kegiatan
8. Jadwal kegiatan
9. Anggaran kegiatan yang diusulkan
10. Lampiran
- Lampiran 1. Bukti perguruan tinggi mitra/fakultas/sekolah yang dituju masuk ke dalam TOP 500 QS WUR
- Lampiran 2. Bukti kesediaan perguruan tinggi mitra/tujuan menerima calon peserta program
- Lampiran 3. H-index peneliti mitra (minimal 25 untuk teknik dan sains serta 15 untuk sosial humaniora)
- Lampiran 4. CV calon peserta
- Lampiran 5. Draft proposal joint research/artikel/rencana pengajaran (sesuai kegiatan yang akan diikuti)
Penanggung Jawab
1. Dr. Sabarudin
2. Sabri Sudirman PhD